Nilai Sebuah Jiwa

Wah…semakin hari ada saja permasalahan sosial di sekitar kita. Biasanya hal itu muncul akibat ketidakbeterimaan atas perbedaan, juga cara pandang terhadap sesuatu. Nah…jadi terpikir untuk mencoba membangun karakter “menerima perbedaan” atau toleransi melalui permainan sederhana. Mudah-mudahan bisa dijadikan alat untuk memperoleh lesson learnt bagi siapa saja, khususnya anak-anak.

Caranya gampang, bahannya pun murah meriah serta mudah didapat. Mula-mula tunjukkan uang kertas ribuan dan uang logam seratus rupiah. Mintalah anak-anak untuk mempelajarinya, lalu mencoba untuk menemukan perbedaan antara uang kertas dan uang logam itu. Terimalah hasil pengamatan mereka dan tambahkan dengan hasil pengamatan Anda sendiri jika belum mereka sebutkan. Misalnya:

  • Uang logam terasa keras saat disentuh, sedangkan uang kertas terasa lembut dan lentur.
  • Uang logam berdenting ramai saat dijatuhkan di atas meja, sedangkan uang kertas tidak menimbulkan suara.
  • Uang kertas berwarna hijau sedangkan uang logam berwarna perak. Uang logam lebih berat daripada uang kertas.
  • Bentuk logam berbeda dengan kertas.
  • Kita bisa merobek uang kertas, tetapi kita tidak bisa merobek atau mematahkan uang logam.
  • Uang kertas bisa kusut, tetapi uang kertas tidak. Ingatkan juga mereka bahwa meskipun kedua benda ini memiliki banyak perbedaan, keduanya memiliki nilai dan harga yang sama.

Sekarang, hubungkan perbandingan antara uang kertas dan uang logam dengan manusia. Mintalah anak-anak untuk mengatakan bagaimana manusia itu berbeda satu dengan yang lain. Anda bisa menyarankan beberapa ide serupa dengan yang dipakai untuk membandingkan uang kertas dengan uang logam, seperti:

  • Beberapa orang ada yang sulit untuk dijadikan teman, sementara yang lain lebih fleksibel.
  • Ada orang yang sangat ribut dan senang berbicara.
  • Ada orang yang lembut dan pemalu.
  • Manusia memiliki warna kulit yang berbeda-beda.
  • Ada yang lebih mudah “dipatahkan” dibandingkan yang lain (menjadi tak PD, sedih, mengalah pada godaan).
  • Ada orang yang tampak keriput dan tua, ada juga orang yang tetap “tampak” muda.

Jika uang logam dan uang kertas, meskipun memiliki beberapa perbedaan, bernilai sama, bagaimana dengan manusia? Diskusikan ide bahwa menjadi manusia yang baik dan ramah, kita harus mengenali lebih dahulu nilai manusia yang tak terbatas. Mintalah anak-anak untuk memikirkan maknanya melalui contoh yang lebih praktis, seperti orangtua yang terkadang bersikap aneh, anggota keluarga yang tak selalu melakukan apa yang kita inginkan, teman sekolah yang tak selalu ramah, guru yang terkadang tampak kurang adil, tokoh politik yang pandangannya kurang kita setujui, atau orang dari negara lain yang kebudayaannya tidak kita pahami.

uang kertas vs uang logam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: